Karanganyar – Pondok Pesantren MTA Mojogedang, Karanganyar, menjadi pusat berkumpulnya para ulama dan pimpinan pesantren se-Indonesia dalam gelaran Seminar Nasional Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) dan Musyawarah Nasional (Munas) Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), Sabtu (24/1). Acara yang dihadiri lebih dari 300 kiai ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama RI, Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum.
Salah satu momen sakral dalam acara ini adalah penandatanganan prasasti peresmian Gedung Asrama Putri Pondok Pesantren MTA oleh Wamenag RI, didampingi oleh pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) K.H. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Ponpes MTA K.H. Nur Kholid Syaifullah, Lc., M.Hum., serta jajaran tokoh lainnya.
Sejarah dan Komitmen MTA dalam Dunia Pesantren Pimpinan Ponpes MTA, Al-Ustadz Nur Kholid Syaifullah, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas amanah menjadi tuan rumah. Beliau menceritakan bahwa meski Ponpes MTA baru resmi beroperasi tahun 2019, namun cita-cita mendirikan pesantren sudah dimulai sejak tahun 1994 oleh pimpinan MTA terdahulu, Al-Ustadz Drs. Ahmad Sukina, dengan mengirimkan kader-kader secara bertahap untuk belajar di Gontor dan UNIDA. Beliau menegaskan bahwa pesantren adalah "benteng terakhir" akhlak dan peradaban bangsa.
Pesantren sebagai Pendidikan Asli Indonesia Pimpinan PMDG Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, memberikan pesan mendalam tentang jati diri pesantren. Beliau menekankan bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan asli Indonesia yang berbasis pada keteladanan (uswah), kepercayaan (tiqah), ketaatan (ta’ah), dan keberkahan. Beliau mengingatkan agar pesantren tidak goyah oleh "teror" opini negatif dan tetap menjadi lembaga yang mencetak manusia yang utuh (kaffah).
Sejalan dengan hal itu, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, memaparkan keunggulan sistem pesantren dibandingkan pendidikan Barat. Menurutnya, pesantren secara alami telah menerapkan holistic education (pendidikan holistik) melalui bimbingan kiai selama 24 jam, yang mengasah kecerdasan intelektual, spiritual, sekaligus soft skill kepemimpinan.
Dukungan Pemerintah dan Inovasi Masa Depan Wakil Menteri Agama menyampaikan kabar baik mengenai rencana pembentukan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama agar pembinaan pesantren bisa lebih fokus, mencakup bidang pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan.
Wamenag juga menyatakan kesiapan untuk meninjau kembali (review) Petunjuk Teknis (Juknis) perizinan pesantren muadalah jika dirasa menghambat pertumbuhan pesantren baru. Selain itu, ia mengungkapkan adanya rencana kolaborasi dengan Bank Syariah Nasional untuk memberikan modal usaha bagi alumni pesantren agar mereka tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja yang berakhlak.
Jangkauan Siaran Luas Acara bersejarah ini disiarkan secara langsung melalui jaringan digital MTATV, satelit, serta lebih dari 10 stasiun radio terestrial di berbagai daerah seperti Solo, Sragen, Medan, Pontianak, hingga Bali, menunjukkan betapa besarnya perhatian masyarakat terhadap perkembangan dunia pesantren muadalah.
Kontributor : Ar-Roid TV Media Ponpes MTA Karanganyar dan MTA TV
Sumber : https://youtu.be/_ojqCsmTnOQ?si=__OPU66WAy1iu2Hs