Keberkahan Ramadan: Syeikh Dr. Umar Muhammed Rajab Dieb Kunjungi Pondok Pesantren MTA Karanganyar

Keberkahan Ramadan: Syeikh Dr. Umar Muhammed Rajab Dieb Kunjungi Pondok Pesantren MTA Karanganyar

Keberkahan Ramadan: Syeikh Dr. Umar Muhammed Rajab Dieb Kunjungi Pondok Pesantren MTA Karanganyar

KARANGANYAR – Pondok Pesantren MTA Karanganyar mendapatkan kehormatan besar dengan kunjungan dua ulama ternama dari Suriah, yakni Syeikh Dr. Umar Muhammed Rajab Dieb dan Syeikh Ameer Muhammad Rajab Dieb, pada hari ini, Minggu (22/02). Kunjungan ini menjadi momen spesial yang mempererat tali ukhuwah Islamiyah antara ulama Timur Tengah dan keluarga besar MTA.

Kehangatan Buka Puasa Bersama

Rangkaian agenda hari ini dimulai dengan suasana penuh kekeluargaan dalam sesi buka puasa bersama. Syeikh Dr. Umar dan Syeikh Ameer disambut langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren MTA, Ust. Suprapto, di Kantor Pimpinan Pondok Pesantren MTA Karanganyar.

Dalam jamuan tersebut, tampak perbincangan hangat yang mengawali kunjungan mereka, menunjukkan kedekatan spiritual dan intelektual antara para ulama. Sesi buka bersama ini menjadi simbol penyambutan yang memuliakan tamu (ikramul dhuyuf) sebelum melanjutkan agenda ibadah di Masjid Jami.

Khidmat Mengimami Isya dan Tarawih

Setelah berbuka, rombongan menuju Masjid Jami Pondok Pesantren MTA. Syeikh Dr. Umar Muhammed Rajab Dieb bertindak langsung sebagai imam shalat Isya yang dilanjutkan dengan shalat Tarawih berjamaah. Suara merdu dan bacaan yang tartil dari beliau membawa suasana khusyuk yang mendalam bagi ribuan santri dan jamaah yang memadati masjid.

Tausiyah: Menghidupkan Tradisi dan Hakikat Puasa

Usai shalat, Syeikh Umar memberikan tausiyah yang sangat mencerahkan. Beliau memaparkan sejarah shalat Tarawih yang, meskipun sunnah, pelaksanaannya secara berjamaah dimulai sejak zaman Khalifah Umar bin Khattab RA.

"Imam Abu Hanifah menegaskan bahwa apa yang dilakukan Umar bin Khattab bukanlah sebuah bid'ah, melainkan karena beliau melihat Rasulullah SAW juga melaksanakan Tarawih dengan cara tersebut. Sejak saat itulah tradisi berjamaah ini dijaga," jelas beliau.

Beberapa poin utama yang disampaikan beliau kepada para santri antara lain:

  • Bekal Masa Depan: Tarawih hendaknya dilaksanakan dengan sungguh-sungguh karena merupakan bekal amal di akhirat.

  • Adab Al-Qur'an: Memperbanyak bacaan Al-Qur'an di bulan Ramadan dengan cara yang tartil (perlahan dan benar), bukan tergesa-gesa.

  • Puasa yang Sempurna: Menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan seluruh anggota badan juga harus 'berpuasa' dari hal-hal yang haram.

  • Doa Akhir Ramadan: Beliau mendoakan agar Ramadan ini menjadi hujjah (pembela) bagi umat Islam di hadapan Allah SWT kelak.

Pemberian Kenang-Kenangan Istimewa

Sebagai bentuk penghormatan dan tanda persaudaraan, Syeikh Dr. Umar menyerahkan hadiah istimewa kepada Ust. Suprapto berupa Kitab Tafsir Arrohib karya ayahanda beliau (Syeikh Rajab Dieb) dan sebuah Jubah khas Suriah.

Kunjungan ini diakhiri dengan mendoakan santri, meninggalkan kesan mendalam dan semangat baru bagi para santri untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak selama bulan suci Ramadan.

 

Kontributor : Media Center Ponpes MTA