Profil Pondok Pesantren MTA
Profil lengkap dari Pondok Pesantren MTA.
Tentang Pondok Pesantren MTA
Membentuk Generasi Berakhlak Mulia, Berilmu, dan Berdaya Saing.
Majlis Tafsir Al Qur’an Surakarta (MTA) adalah lembaga dakwah dan pendidikan Islam yang didirikan oleh Al Ustadz Abdullah Thufail Saputro di Surakarta pada tahun 1972. Setelah beliau wafat pada 1992, kepemimpinan beralih ke Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina, yang membawa MTA berkembang pesat dengan 640 cabang di seluruh Indonesia. Selain dakwah, MTA juga bergerak di pendidikan formal dengan banyak PAUD, SDIT, SMP, dan SMA. Pada 2018, MTA mulai membangun Pondok Pesantren di Mojogedang, Karanganyar, di atas lahan 10 hektar.
Visi
Menjadi Pondok Pesantren unggul untuk menumbuhkan generasi Islam yang berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah dalam kegiatan sehari-hari.
Misi
1. Menumbuhkan generasi penerus yang memahami, menghayati, dan mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam kegiatan sehari-hari. 2. Memperkuat dan mengembangkan penyebarluasan pemahaman Islam berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah secara berkesinambungan.
Pondok Pesantren MTA
PONDOK PESANTREN MTA
Mojogedang Karanganyar, Jawa Tengah
Yayasan Majlis Tafsir Al Qur’an Surakarta (MTA) adalah lembaga dakwah Islamiyah dan pendidikan yang berkedudukan di Surakarta. Majlis Tafsir Al Qur’an Surakarta di dirikan oleh Al Ustadz Abdullah Thufail Saputro dan berbadan hukum Yayasan dengan akta notaris R Soegondo Notodisoerjo di Surakarta nomor 23 tahun 1974. Untuk memenuhi ketentuan dalam Undang- Undang no. 28 tahun 2004 tentang Yayasan, MTA didaftarkan sebagai Yayasan dengan akta notaris Budi Yojantiningrum, S.H notaris di Karanganyar nomor 01 tanggal 6 September 2006 dan disahkan oleh Menkum dan HAM dengan Keputusan Menteri No. C-2510 HT.01.02 TH 2006 tgl. 3 November 2006.
Sepeninggal Al Ustadz Abdullah Thufail Saputro ditahun 1992, MTA dipimpin oleh Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina. Selama kepemimpinan Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina MTA berkembang sangat pesat dengan dukungan sarana Multimedia yang dimiliki MTA. Kini MTA telah memiliki 640 perwakilan dan cabang yang tersebar dari Takengon, Aceh sampai Papua. Dalam bidang pendidikan Formal MTA telah memiliki lebih dari 43 PAUD, 5 SDIT, 2 SMP, dan 1 SMA.
Dakwah MTA semakin berkembang, sudah menasional, bahkan merambah ke luar negeri. Perkembangan ini menuntut penguatan di bidang keilmuan agar generasi mendatang memiliki aqidah yang kuat, akhlak yang mulia, syariat yang lurus, dan memiliki pengetahuan soft-skill maupun hard-skill. Generasi penerus bangsa yang kuat aqidahnya, mulia akhlaknya, lurus syariatnya, dan memiliki pengetahuan soft-skill maupun hard-skill akan mampu menghadapi tantangan di berbagai bidang kehidupan, sehingga generasi penerus bangsa tidak akan terombang-ambing oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta globalisasi, bahkan akan dapat menjadi pioner-pioner dalam membangun peradaban sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Alhamdulillah pada tahun 2018, MTA dapat mulai membangun Pondok Pesantren di Desa Pojok Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar, dan sudah menerima pendaftaran Santri baru lulusan dari Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyyah mulai tahun pelajaran 2019-2020. Komplek bangunan Pondok Pesantren MTA tersebut menempati lahan seluas kurang lebih 10 hektar.
Untuk mencapai tujuan seperti diterangkan di atas Pondok Pesantren MTA dibangun berdasar visi, misi, dan tujuan sebagai berikut:
VISI
Menjadi Pondok Pesantren unggul untuk menumbuhkan generasi Islam yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah
MISI
1. Menumbuhkan generasi penerus yang memahami, menghayati, dan mengamalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam kegiatan sehari-hari.
2. Memperkuat dan mengembangkan penyebarluasan pemahaman Islam berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah secara berkesinambungan.
TUJUAN
1. Menyelenggarakan pendidikan untuk menumbuhkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Al-Qur’an dan As-Sunah.
2. Menyelenggarakan pengajaran untuk menghasilkan santri yang memahami ilmu pengetahuan dan teknologi.
3. Menyelenggarkan pendidikan untuk menghasilkan santri yang berakhlak mulia, cerdas, berprestasi, sehat jasmani-rohani, dan mandiri.
4. Mengadakan bimbingan untuk menghasilkan santri yang mengenali dan mengembangkan potensi diri.
5. Mengembangkan sistem kaderisasi untuk menghasilkan santri yang siap mengemban tugas dakwah.
6. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan senergi dalam pengembangan pendidikan dan penyebaran pemahman Islam berdasar Al-Qur’an As-Sunnah.
TARGET
1. Menghasilkan santri yang kuat aqidahnya, lurus syariatnya, mulia akhlaknya dengan memahami, menghayati, dan mengamalkan Qur’an dan Sunnah dalam kehidupan sehari-hari secara konsekuen.
2. Menghasilkan santri yang hafal Al -Qur’an minimal 15 juz, menguasai bahasa Arab, bahasa Inggris, dan ilmu alat.
3. Menghasilkan santri yang memahami ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan, sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi.
4. Menghasilkan santri yang memiliki jiwa dan kemampuan kewirausahaan menuju kemandirian.
5. Menghasilkan santri yang siap mengemban misi dakwah dengan mengedepankan ukhuwah demi persatuan dan kesatuan bangsa.
6. Menghasilkan jaringan lembaga pendidikan Islam dan dakwah yang peduli terhadap penyebaran pemahaman Islam berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah.